Song Cover Image

Pandangan Penuh Arti

+ Show full styles

[INTRO] (Musik masuk indah dan semangat, tempo mantap) [BAIT 1] (PRIA): Kembali aku melangkah, antar buah hati ke sini Kau sapa dengan senyum, teduhkan hati yang sepi Kau berdiri di sana, pandangku tak kau sadari Curi-curi kau menatap, saat aku berpaling pergi... Bila mata kita bertemu, sekejap kau buang muka Merah rona di pipi, tanda rasa yang tersembunyi Aku diam saja melihat, pahami isi hatimu Kau ingin lebih dekat, tapi ragu dan takut malu... (WANITA): Setiap kau datang mendekat, dunia serasa berhenti Jantungku berdebar kencang, susah untuk ku kendalikan Ingin menatapmu lama, baca isi di dalam jiwa Namun aku tak berani, curi pandang saja yang ada... Saat tak sengaja bertemu, pandang yang buatku gemetar Ku pura-pura sibuk, sembunyi rasa yang makin besar Kau balas dengan tatapan, seolah kau mengerti semua Bahwa di dalam hatiku, hanya kaulah yang ada... [REFF 1] (DUET): Di sapa biasa saja, tersimpan rasa yang nyata Di balik obrolan singkat, bahasa hati kita paham Kau curi pandang, ku balas diam Kau malu-malu, ku maklumi semua Indah namun ada batas, manis tapi tak terucap... (PRIA): Aku tahu apa rasa itu, aku lihat apa yang kau simpan Kasihan hatimu menahan, rasa yang tak boleh kau miliki Hanya di dekatmu sini, aku merasa jadi laki-laki Di rumahku sendiri dulu, keringatku diambil habis... Sepuluh ribu tiap hari, tak pernah boleh ku pegang lagi Benda kecil pun diambil, aku tak dapat apa-apa Namun kau lihat aku ada, bukan lihat apa yang ku punya Kau hargai diriku utuh, beri makna di dalam hidupku... [BAIT 2] (WANITA): Aku tahu berat bahumu, luka yang kau simpan sendiri Kau sabar dan kau tegar, walau sering tak dianggap ada Itu sebabnya aku kagum, itu sebab hati tertuju padamu Laki-laki yang begitu mulia, bertahan walau disakiti... Aku tak minta kau pergi, tak ingin rusak ikatanmu Cukup bisa melihatmu, cukup sekadar tuk menyapa Meski bibirku sering gemetar, bicara di depan wajahmu Susah sembunyi getaran, saat kau tatap mataku itu... (PRIA): Kita bicara sejenak saja, soal anak dan pelajaran Namun nada bicaramu itu, penuh lembut dan kasih sayang Kau cerita dengan mata bersinar, waktu serasa berhenti Aku dengar dengan tenang, nikmati damai yang kau beri... Namun di tengah indah ini, ingat janji yang ku ucapkan Pada dia istriku dulu, sumpah setia di hadapan Tuhan Bahwa aku akan menjaga, dia sampai akhir usia Walau sikapnya berubah, walau hati sering terluka... [JEMBATAN] (DUET): Andai waktu bisa diputar, andai tak ada ikatan itu Mungkin kisah kan berbeda, kita bisa jalan bersama Tapi kita tahu tempat, tahu batas yang ada di depan Rasa ini biar rahasia, indah namun takkan tersentuh... (PRIA): Kasihan dirimu wanita manis, jatuh hati pada yang terikat Ingin ku bilang aku paham, tapi kata itu tak boleh ada Cukup lewat pandang mata saja, cukup rasa yang tersimpan ini Jangan ubah apa yang ada, jaga apa yang telah ada... (WANITA): Tak apa aku ikhlas saja, cukup kau ada di dunia Dan cukup kau mengerti, arti senyum dan tatapanku Di antara banyaknya orang, hanya kaulah yang bisa baca Bahasa hati tanpa suara, lewat mata yang saling bertemu... [REFF 2] (DUET): Di sapa biasa saja, tersimpan rasa yang nyata Di balik obrolan singkat, bahasa hati kita paham Kau curi pandang, ku balas diam Kau malu-malu, ku maklumi semua Indah namun ada batas, manis tapi tak terucap... (PRIA): Percayalah wahai kamu, walau hati tersentuh rasamu Langkahku takkan berubah, arahku tetap ke sana Janji suci yang terucap, harus tetap ku pegang teguh Menjaga dia sampai akhir, itu harga diri dan tugasku... (WANITA): Aku bangga padamu wahai, bukti setia itu masih ada Tetap teguh pada sumpahmu, biar aku kagum dari jauh Dengan hormat dan doa, diam-diam mendoakanmu Kau laki-laki sejati yang, pegang janji sampai mati... [PENUTUP] (PRIA): Terima kasih tatapan itu, obat lelahku sejenak... (WANITA): Terima kasih kau mengerti, tanpa perlu kata terucap... (DUET): Biarlah rasa ini abadi... Dalam diam, pandang... dan janji yang takkan ingkari...