Song Cover Image

MRC XIX - Tanpamu, Aku Abadi (Remaster)

+ Show full styles

[Intro] (Feedback gitar yang melengking, disusul drum blast beat singkat, lalu masuk ke riff utama yang berat dan gelap) [Verse 1] Dulu kau datang bagai ratu di singgasana Mencuri terang di balik topeng yang indah Ku buka gerbang, ku beri kunci singgasana Tanpa kusadar, kau racun dalam kencana [Verse 2] Satu demi satu janji mulai membusuk Tiap kata manis kini tajam menusuk Kau beri mawar, durinya kau tanam di nadi Menikmati setiap tetes air mata yang abadi [Pre-Chorus] (Tempo melambat, vokal terasa mencekam) Kau pikir aku lemah? Kau pikir aku tak berdaya? Lihat ke dalam mataku... Karmamu baru saja dimulai! [Chorus] (High energy, powerful vocals) Cukup sudah ku puja bayanganmu! Kau bukan ratu, kau hanyalah belenggu! Memilihmu adalah kutukan yang kupeluk erat Kini kulepas beban yang membuatku berkarat! Pergilah dengan egomu yang membusuk! Tak ada lagi hati yang bisa kau tusuk! Di atas puing ini, aku berdiri kembali Tanpamu, aku abadi! [Verse 3] Jangan kau cari sisa kasih di sela jemari Semuanya telah hangus terbakar api benci Kau hanyalah noda di dalam sejarahku Kesalahan yang telah menempa kekuatanku [Bridge] (Guitar Solo: Cepat, teknis, dan penuh distorsi) (Vokal: Berteriak/Screaming) MATI! MATI RASA INI! LUKA INI! KAU... BUKAN... SIAPA-SIAPA! [Chorus] Cukup sudah kusembah bayanganmu! Kau bukan ratu, kau hanyalah belenggu! Memilihmu adalah kutukan yang kupeluk erat Kini kulepas beban yang membuatku berkarat! [Outro] Kau pilih mangsa yang salah... (Gitar melambat, nada semakin berat/low) Tinggalkan aku dalam sunyi yang merdeka. (Vokal membisik tajam) Sudah selesai. (Final chord: Distortion ring out to silence)