
[Intro] (Soft solo Interluade guitar, delicate harmonics and slow tremolo) [Verse 1] Aku berjalan di malam yang sama Di tempat kita pernah tertawa Lampu kota kehilangan makna Sejak pelukmu tak lagi ada Ku mencoba terlihat biasa Di depan dunia yang bertanya Namun setiap sepi membuka luka Dan bayangmu tetap di sana [Pre-Chorus] Jika cinta masih tersisa Mengapa kita saling menjauh? Jangan biarkan waktu memaksa Dua hati ini runtuh... [Chorus] Jangan biarkan rindu terluka Karena kita pernah begitu cinta Jangan biarkan air mata Menjadi bahasa terakhir kita Jika memang masih sayang Mengapa harus saling hilang? Aku dan kamu belum selesai Jangan menyerah pada badai Ohhh... Pegang hatiku sekali lagi Sebelum semuanya pergi... [Instrumental] (Emotional solo classical guitar interlude, soft tremolo and harmonic plucks) [Verse 2] Aku masih hafal caramu diam Dan caramu menyimpan dendam Namun di balik semua amarah Cinta kita belum menyerah Kalau malam mampu bicara Ia tahu betapa ku terluka Mencintaimu tanpa memelukmu Adalah kehilangan paling pilu [Bridge] (Expressive classical guitar solo, emotional fingerstyle dynamics) Dan bila esok kita bertemu Jangan lagi lepaskan tangan itu Karena hati yang terlalu lama menunggu Bisa hancur oleh rindu... [Final Chorus] Jangan biarkan rindu terluka Kita terlalu dalam menjaga rasa Walau dunia mencoba memisahkan Hatiku tetap menyebut namamu Jangan biarkan cinta menghilang Hanya karena ego dan jarak Karena sejauh apa pun langkah Rumahku tetap kamu... Ohhh... Sebelum semua jadi kenangan Peluk aku... dan bertahan... [Outro] (Soft falsetto with fading solo classical guitar) “Jangan biarkan... Rindu ini... Terluka sendirian...”

